Sejarah Masjid Namira Lamongan

Sejarah Masjid Namira Lamongan – Setelah masjid Kubah Emas yang beberapa tahun lalu menjadi tujuan wisata religi bagi pengunjung. Konon masjid ini sangat megah seperti Masjidil Haram di kota Mekkah. Berikut beberapa informasi mengenai Masjid Namira Lamongan yang akan membuat Anda takjub.

Nama Namira untuk masjid yang didirikan di Lamongan ini diadaptasi dari nama salah satu masjid di Padang Arrafah. Pendiri masjid mengambil lokasi pembangunan masjid di persawahan sehingga memberikan kesan asri, tenang dan sejuk. Selain memilih tempat yang strategis, Masjid Namira Lamongan terkenal dengan arsitektur masjidnya yang megah dan inspiratif.

Menurut pengakuan Ahrian Saifi yang merupakan takmir masjid Namira, masjid ini memang dibangun mirip dengan Masjidil Haram dari segi arsitektur, kiswah, aroma di dalam masjid untuk memudahkan pengunjung yang belum diberi kesempatan untuk berkunjung ke masjid. Tanah Suci, Makkah.

Masjid Namira didesain dengan konsep minimalis baik dari luar maupun dalam masjid yang mirip dengan Masjidil Haram di Makkah. Masjid ini memiliki atap berbentuk kubus dengan tiga kubah emas di atasnya.

 

Dinding masjid diberi ventilasi dengan bentuk ukiran yang unik agar sirkulasi udara di dalam masjid tetap terjaga. Ada juga taman yang tertata rapi di luar masjid. Selain taman juga terdapat kolam ikan yang menambah kesan asri Masjid Agung Lamongan.

Bagian dalam masjid tidak diberi tiang penyangga yang menambah kesan masjid seluas 2,7 hektar. Suasana islami juga semakin terasa dengan hadirnya tulisan kaligrafi dengan lafal Allah yang ditulis menggunakan aksen emas pada dinding atapnya.

Beralih ke kawasan tempat wudhu masih menunjukkan kemegahan masjid asal Lamongan ini. Sebelum memasuki tempat wudlu, pengunjung dapat membaca informasi dan agenda di Masjid Namira yang tertera pada layar LED di dinding luar masjid.

Bagian dalam tempat wudhu didesain dengan desain minimalis. Dinding tempat wudhu didominasi oleh keramik bercorak marmer yang sangat bersih. Disediakan pula kursi dan pijakan kaki permanen sebagai tempat wudhu untuk memudahkan jamaah berwudhu.

Langkah pertama ke tempat parkir, Anda akan dibuat takjub dengan tempat parkir yang luas dan selalu terjaga. Tidak hanya itu, saat memasuki masjid, muncul kiswah berukuran besar yang diletakkan di depan mihrab imam.

Kiswah terlihat kokoh dan dilindungi oleh kaca di sekelilingnya. Saat berada di dalam Masjid Namira Lamongan, pengunjung juga akan mencium aroma khas Mekkah yang mungkin dirindukan sebagian orang untuk Baitullah.

Selain Sejarah Masjid Namira Lamongan, kita juga perlu memerhatikan umat muslim dipedesaan yang tidak terdapat masjid ataupun sulit mengakses masjid karena harus kekota terlebih dahulu. Kita bisa membangun masjid pedesaan dengan membantu menyumbangkan sedikit rezeki kita untuk pembangunan masjid-masjid didaerah terpencil atau didesa-desa yang sulit untuk mengakses masjid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *